Resistor adalah
suatu komponen yang banyak dipakai di dalam rangkaian elektronika. Fungsi utamanya
adalah membatasi (restrict) aliran arus listrik. Fungsi lainnya sebagai
resistor (R) pembagi tegangan (voltage divider), yang menghasilkan tegangan
panjar maju (forward bias) dan tegangan panjar mundur (reverse bias), sebagai
pembangkit potensial (output) vo, dan potensial merujuk pada hukum Ohm : I =
V/R, semakin besar nilai tahanan/resistan (R), semakin kecil arus (I) yang
dapat mengalir. Besar kecilnya nilai satuan Ohm yang dimiliki oleh resistor
dapat dihitung dengan melihat pita (band) warna yang terdapat pada badan resistor.
Mengikuti gambar di bawah ini:
Jika pita pertama berwarna
kuning, pita kedua berwarna ungu, pita ketiga berwarna coklat, pita keempat
berwarna emas, nilai satuan Ohm dari resistor tersebut adalah 47 x 101 = 470
dengan toleransi 5%. Harap diingat, warna kuning menunjukkan angka 4, warna
ungu menunjukkan angka 7, warna coklat menunjukkan angka 1, dengan demikian faktor
pengali = 101, jika pita ketiga berwarna merah, faktor pengali = 102, demikian
seterusnya. (Lihat kembali modul tentang komponen elektronika). Untuk lebih
jelas, pelajari gambar di bawah ini, (di
download dari situs/website www.diyguitarist.com)
Cara
lain untuk mengetahui besarnya nilai satuan Ohm sebuah resistor adalah
mengukurnya dengan Multimeter. Perhatikan gambar di bawah ini. Saklar jangkauan ukur pada posisi Ω, batas ukur (range) berada pada posisi x1, x10 atau kΩ.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar