Transistor
adalah komponen elektronik yang dirancang sebagai penguat arus, karenanya
transistor disebut juga piranti (device) yang menangani arus (current handling device). Lihat gambar di bawah ini.
Gambar. Transistor
Dilihat dari tipenya,
transistor terbagi dua, yaitu tipe PNP (Positip-Negatip-Positip) dan tipe NPN
(Negatip-Positip-Negatip). Saluran masuk (leads) ke transistor (lazimnya
disebut kaki transistor) dinamai dengan : Basis (Base), Kolektor (Collector),
dan Emitor (Emitter).
Transistor
pada dasarnya adalah dua buah dioda yang disambung secara berbalikan. Dioda yang
pertama dibentuk oleh Emitor-Basis, dioda yang kedua dibentuk oleh
Basis-Kolektor. Pada transistor tipe PNP, Emitor dan Kolektor berfungsi sebagai
Anoda (+) terhadap Basis, sementara Basis berfungsi sebagai Katoda (-) terhadap
Emitor dan Emitor. Pada transistor tipe NPN, Basis berfungsi sebagai Anoda (+)
terhadap Emitor dan Kolektor, sementara Emitor dan Kolektor berfungsi sebagai
Katoda (-) terhadap Basis. Cermati gambar di bawani ini dengan seksama.
Gambar. Konfigurasi dan Simbol Transistor
Konsep dioda pada transistor penting untuk dipahami
dengan baik, karena erat kaitannya dengan penggunaan
Multimeter dalam mengukur nilai
satuan Ohm dari transistor (baca kembali uraian materi tentang baterai pada Multimeter).
Hal
yang perlu diingat ketika mengukur transistor dengan Multimeter adalah :
a. Pada transistor tipe PNP kabel penyidik
(probes) warna merah (+) selalu diletakkan pada kaki Basis, kabel penyidik
(probes) warna hitam (-) diletakkan secara bergantian di kaki Emitor dan
Kolektor.
b. Pada transistor tipe NPN kabel
penyidik (probes) warna hitam (-) selalu diletakkan pada kaki Basis, kabel
penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan secara bergantian di kaki Emitor
dan Kolektor.
c. Saklar jangkauan ukur berada pada posisi Ohm (Ω) dan batas ukur (range) berada pada posisi x1, x10,
atau x1kΩ, sesuai kebutuhan. Lihat gambar di bawah ini.
Gambar. Pengukuran Transistor
Kaki-kaki Emitor, Basis, dan Kolektor dari transistor dapat ditentukan dengan tiga cara:
a. Dengan melihat tanda pada badan
(case) transistor. Beberapa pabrik transistor
membuat bulatan warna hitam atau tanda lingkaran di atas kaki kolektor dari
transistor yang berbentuk silinder. Lihat gambar di bawah ini.
b. Dengan menggunakan katalog
transistor yang dikeluarkanoleh pabrik pembuat transistor.
c. Dengan melihat sirip kecil yang
menonjol keluar dari badan transistor. Lihat kembali gambar transistor.
d. Dengan menggunakan Multimeter.
e. Untuk
transistor daya (power transistors) badan
transistor berfungsi sebagai kolektor.